Galeri kompleks Makam Sutan Hasanuddin

Koleksi visual ini menampilkan barang-barang peninggalan bersejarah yang ada di kawasan makam Sultan Hasanuddin.

Kompleks Makam Sultan Hasanuddin

Tempat peristirahatan terakhir Sultan Hasanuddin, Raja Gowa ke-16 yang dikenal sebagai Ayam Jantan dari Timur. Beliau adalah pahlawan nasional yang gigih melawan penjajahan Belanda pada abad ke-17. Kompleks ini kini menjadi Cagar Budaya sekaligus simbol perjuangan dan keberanian rakyat Gowa

Batu Pallantikang

Tempat untuk mengikrarkan sumpah para raja penguasa Kerajaan Gowa Tallo. Batu ini terletak di sebelah tenggara kompleks pemakaman Tamalate. Batu Pallantikang merupakan batu yang terbentuk secara alami. Batu ini terdiri dari dua jenis batuan, yaitu satu batuan andesit dan dua batu kapur. Batu Andesit merupakan batu yang sering digunakan dalam ritual para penganut animisme. Masyarakat yang hidup pada masa tersebut pun memercayai bahwa batu tersebut adalah batu keramat dari khayangan.

Meriam Kuno

Salah satu peninggalan sejarah yang berada di kompleks makam Sultan Hasanuddin. Senjata ini melambangkan kekuatan militer Kerajaan Gowa pada abad ke-16 hingga 17, ketika menghadapi serangan Belanda.

Penempatan meriam di area makam bukan hanya sebagai artefak, tetapi juga sebagai simbol kegigihan Sultan Hasanuddin, Ayam Jantan dari Timur, dalam mempertahankan kedsulatan dan kehormatan kerajaan.

Arung Lamontjong

Arung Lamontjong adalah seorang bangsawan dari Kerajaan Bone yang memiliki hubungan kedekatan historis dengan Kerajaan Gowa. la dikenal karena perannya membawa kembali jenazah I Tajibarani Daeng Marompa Karaeng Datta Tunihatta, Raja Gowa ke-11, ke wilayah Gowa setelah beliau wafat. Hal ini dicatat dalam dokumentasi cagar budaya di Kompleks Makam Sultan Hasanuddin, di mana Arung Lamontjong menjadi satu-satunya identitas yang diketahui di antara sejumlah makam tirai (jirat semu) dan beberapa makam biasa lainnya.

Makam Raja Gowa XI

| Taji Barani, Raja Gowa XI, hanya memerintah sekitar 40 hari. la berusaha memperluas wilayah ke Pangkaje'ne dan Sidenreng serta menyerang Bone. Awalnya berhasil, tetapi akhirnya disergap pasukan Bone dan gugur di medan perang. Karena kematiannya yang tragis, la mendapat gelar anumerta Karaeng Tunibatta (Raja yang ditetak).

Makam Raja Gowa XIV

Merupakan raja Gowa pertama yang memeluk & menetapkan agama islam sebagai agama resmi.berfokus pada penyebaran Islam dengan melakukan perang pengislaman terhadap kerajaan-kerajaan Bugis yang menolak Islam (Bone, Soppeng, Wajo), melawan & menolak monopoli dagang Portugis dan Belanda. serta mengembangkan Gowa sebagai pusat perdagangan internasional

Scroll to Top